.

Senin, 29 September 2014

ASURANSI DAN MANAJEMEN RISIKO #


A.    Pengertian Asuransi
Di Indonesia pengertian Asuransi menurut Undang-Undang Nomor 1Tahun 1992 tentang Usaha Asuransi adalah sebagai berikut :
Asuransi atau pertanggungan adalah  perjanjian antara dua belah pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggun, dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian,kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, atau tanggung jawb hokum kepada pihak ketiga  yang mungkina akan di derita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau untuk memberikan suatu pembayarb yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggung jawabkan.
Dalam perjanjian asuransi di mana tertanggung dan penanggung mengikat suatu perjanjian  tentang hak dan kewajiban masing-masing. Perusahaan asuransi membebankan sejumlah premi yang harus dibayar tertanggung. Premi yang harus dibayar sebelumnya sudah di taksirkan dulu atau di perhitungkan dengan nilai risiko yang akan di hadapi.
Perjanjian asuransi tertuang dalam polis asuransi, di mana disebutkan syarat-syarat, hak-hak , kewajiban masing-masing pihak, jumlah uang yang dipertanggung  dan jangka waktu asuransi. Jika dalam masa pertanggungan terjaid risiko, pihak asurnsi akan membayra sesuai dengan perjanjian yang telah dibuat dan ditandatangani bersama sebelumnya.

B.      Jenis-jenis Asuransi
Jenis-jenis asuransi yang berkembang di Indonesia dewasa ini jika dilihat dari berbagai segi adalah sebagai berikut :
1.      Dilihat dari segi funginya
a.       Asuransi kerugian (non life insurance)
Usaha asuransi ini hanya memberikan jasa untuk menanggulangi suatu risiko atas kerugian, kehilangan manffat dan tanggung jawab kepada pihak ketiga dari suatu peristiwa yang tidak pasti.
Yang termasuk asuransi kerugian adalah :
·         Asuransi kebakaran yang meliputi kebakaram, peledakan, kecelakaan kapal,dll.
·         Asuransi pengangkutan
·         Asuransi aneka
b.      Asuransi jiwa
Asuransi jiwa merupakan perusahaan asuransi yang dikaitkan dengan penanggulangan kiwa atau meninggalnya seseorang yang dipertanggungkan. Jenis-jenis asuransi jiwa adalah :
·         Asuransi berjangka
·         Asuransi tanbungan
·         Asurani seumur hidup
·         Annuity contrak insurance
c.       Re asuransi
Merupakan perusahaan yang memberikan jasa asuransi dalam pertanggungan ulang terhadap risiko yang di dahapi asuransi keruian. Jenisnya adalah :
·         Bentuk treaty
·         Bentuk facultative
·         Combinasi dari keduanya
2.      Dilihat dari segi kepemilikannya
Dalam hal ini yang dilihat adalah sipa pemilik saham asuransi tersebut.
a.       Asuransi milik pemerintah
Yaitu asuransi yang sahamnya dimiliki sebagian besar atau 100% oleh pemerintah Indonesia.
b.      Asuransi milik swasta  nasional
Asuransi ini kepemilikannya diliki oleh perusahaan swasta nasional seutuhnya.
c.       Perusahaan milik peruysahaan asing
Asuransi jenis ini biasanya beroperasi di Indonesia hanyalah berupa cabang dari Negara lain.
d.      Asuransi milik canpuran
Merupakan jenis auransi yang sahamnya dimiliki canpuran antara swasta nasional dan pihak asing.

C.    Pengertian Manajemen Risiko

            Manajemen Risiko adalah berkaitan dengan kegiatan keamanan, yang tujuannya adalah menjaga harta benda dan personil perusahaan terhadap kerugian akibat kejahatan dan semua gangguan sosial atau gangguan alamiah, yang mungkin membahayakan kehidupan dan perkembangan perusahaan. Manajemen Risiko merupakan keputusan eksekutif/manajerial yang berkaitan dengan pengelolaan risiko murni, yang mencakup:

1.      Menemukan secara sistematis dan menganalisis kerugian-kerugian yang dihadapi   perusahaan (melakukan identifikasi terhadap risiko)
2.      Menemukan metode yang paling baik dalam menangani risiko (kerugian) yang dihubungkan dengan keuntungan perusahaan.

D.     Fungsi Pokok Manajemen Risiko
·         Menemukan Kerugian Potensial
Artinya berupaya untuk menemukan/mengidentifikasi seluruh risiko yang dihadapi oleh  perusahaan
·         Mengevaluasi Kerugian Potensial
Artinya melakukan evaluasi dan penilaian terhadap semua kerugian potensial yang dihadapi oleh perusahaan
·         Memilih Teknik/Cara yang Tepat atau Menentukan suatu kombinasi dari Teknik-teknik Yang tepat Guna Menanggulangi Kerugian
Pada pokoknya ada 4 (empat) cara yang dapat dipakai untuk menanggulangi risiko, yaitu :  mengurangi kesempatan terjadinya kerugian, meretensi, mengasuransikan dan menghindari.  Dimana tugas dari Manajer Risiko adalah memilih salah satu cara yang paling tepat untuk menanggulangi suatu risiko atau memilih suatu kombinasi dari cara-cara yang paling tepat untuk menanggulangi risiko.

E.      Langkah-langkah Proses Pengelolaan Risiko

·         Studi Dokumen/Analisis Data Historis
Studi dokumen dilakukan dengan mempelajari data dan informasi dari berbagai laporan, manual dan materi tertulis lainnya yang terdapat pada unit kerja yang  diidentifikasi dan unit lainnya untuk mengetahui kejadian apa saja yang pernah terjadi dan kemungkinan penyebabnya. Data-data sekunder tentang risiko juga dapat diperoleh dari beberapa lembaga, seperti kepolisian, perusahaan asuransi dan instansi terkait lainnya.
·         Observasi
Observasi adalah melakukan pengamatan langsung terhadap obyek yang diidentifikasi. Jika akan mengidentifikasi risiko di bagian produksi, maka hal yang perlu diamati bagaimana proses produksi itu berlangsung, selanjutnya mengidentifikasi dimana saja risiko dapat terjadi, kejadian apa saja yang dapat menimpa dan apa penyebabnya. Demikian juga jika ingin melakukan identifikasi risiko di bagian lainnya. Hal yang dilakukan adalah mengamati bagian tersebut, mencari tahu risiko apa saja yang dapat terjadi pada bagian tersebut, kejadian apa yang bisa menimpa dan apa saja penyebabnya.
·         Wawancara
Wawancara dilakukan dengan bertanya kepada orang-orang yang bekerja pada unit kerja yang menjadi objek identifikasi risiko, meliputi manajemen, karyawan dan orang lain yang berhubungan dengan unit kerja yang diidentifikasi. Mereka dianggap kompeten untuk memberikan informasi tentang keberadaan risiko, termasuk kejadian-kejadian yang menimpa dan penyebabnya.

·         Pengacuan 
Dilakukan dengan cara mencari informasi tentang risiko di tempat atau perusahaan lain, contohnya, dari berita di media massa, dapat diketahui bahwa eskalator beresiko  anak-anak terjepit.
·         Pendapat Tenaga Ahli
Mencari informasi dari ahli di bidang risiko tertentu, contohnya dari bertanya pada dokter, dapat diketahui bahwa orang dengan tingkat kolesterol tinggi beresiko kena penyakit jantung

F.     Contoh Perusahaa Asuransi
Profil PT.Asuransi Allianz Life Indonesia

Tentang Allianz Group
Bersama dengan nasabah dan mitra penjualan, Allianz adalah salah satu komunitas keuangan terkuat.Lebih dari 83 juta nasabah pribadi dan korporasi mengandalkan pengetahuan, jangkauan global, kekuatan modal dan kesolidan Allianz untuk membantu mereka memanfaatkan peluang keuangan serta untuk menghindari dan menjaga diri terhadap risiko.
Di semester pertama tahun 2014, dengan dukungan 148,000 karyawan di lebih dari 70 negara, Allianz berhasil meraih pendapatan 63,4 milliar Euro dan laba operasional 5,51 miliar Euro. Serta pendapatan bersih bagi para pemegang saham mencapai 1,755 juta Euro.
Kesuksesan bisnis di bidang asuransi, manajemen aset dan layanan bantuan didasarkan permintaan nasabah atas solusi keuangan yang tahan krisis untuk masyarakat yang menua dan tantangan dari perubahan iklim. Transparansi dan integritas merupakan komponen kunci dari tatakelola yang berkelanjutan di Allianz.

Tentang Allianz di Asia
Allianz berada di kawasan Asia Pasifik sejak 1917 di pesisir Cina dengan menyediakan asuransi kebakaran dan asuransi jasa pengangkutan. Saat ini Allianz telah beroperasi pada 14 pasar di seluruh kawasan dengan menawarkan layanan asuransi umum, asuransi jiwa dan kesehatan serta aset manajemen. Dengan dukungan 14,500 karyawan, Allianz melayani kebutuhan lebih dari 21,5 juta nasabah di seluruh kawasan ini. Kunci sukses Allianz adalah Kemampuan untuk cepat beradaptasi dengan kebutuhan lokal. Di semester pertama tahun 2014, Allianz di Asia Pasifik mencatat pendapatan sebesar 3.7 miliar Euro dan laba operasional sebanyak 285 juta Euro.
Tentang Allianz di Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Pada tahun 1989, Allianz mendirikan PT Asuransi Allianz Utama Indonesia, perusahaan asuransi umum. Kemudian, Allianz memasuki bisnis asuransi jiwa, kesehatan dan dana pensiun dengan mendirikan PT Asuransi Allianz Life Indonesia di tahun 1996.
Kini Allianz Indonesia didukung oleh lebih dari 1,200 karyawan dan lebih dari 17,000 tenaga penjualan di 93 kantor pemasaran di 46 kota. Kekuatan tersebut ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 4 juta tertanggung di Indonesia.
Pada semester pertama 2014 Allianz Indonesia mencapai kinerja yang positif dengan Pendapatan Premi Bruto (PPB) keseluruhan dari bisnis asuransi jiwa, kesehatan dan umum sebesar Rp 5,43 triliun. Bisnis asuransi jiwa dan kesehatan pada khususnya membukukan PPB sebesar Rp 4,87 triliun, sedangkan bisnis asuransi umum meraih PPB sebesar Rp 555,8 miliar.
Reff :
1.      Dr. Kasmir,2013,Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya
3.      http://www.allianz.co.id/profil.php









            

Jumat, 06 Juni 2014

Panduan Membuat Bisnis Plan




Biasanya bisnis plan dibuat dalam suatu dokumen proposal. Namun saat ini, pengusaha diharapkan mampu membuat business plan dalam bentuk slide Power Point, dilengkapi dengan gambar yang berwarna serta grafik yang informatif. Tapi pada intinya, substansi dari bisnis plan tersebut tetaplah sama.
Jika anda pemimpin perusahaan dan ingin meningkatkan modal perusahaan, anda harus mengemukakan kunci permasalahan tentang besarnya (size) pasar anda, pengalaman tim anda, dan tujuan jangka panjang keuangan anda.

Berikut ini 10 pertanyaan sebagai panduan membuat bisnis plan dalam slide presentasi Power Point anda:
  1. Apakah saya telah membuktikan bahwa saya sedang memenuhi kebutuhan yang belum terpenuhi di pasar?
Cobalah untuk menguji pemasaran produk anda pada skala kecil sehingga anda dapat memperkirakan seberapa banyak yang dapat anda jual di masa mendatang.
  • Bagaimana saya akan mendapatkan dan mempertahankan pelanggan?
  • Memahami bagaimana pelanggan akan ditemukan, diperoleh, dan dipertahankan adalah sangat penting.
  • Mengapa saya lebih baik dari pesaing, baik untuk saat ini maupun di masa mendatang?
  • Jika anda mempunyai pesaing langsung, anda harus mengemukakan bagaimana anda merencanakan diferensiasi produk anda.
  • Apa cerita dibalik perkiraan keuangan saya?
  • Jelaskan bagaimana anda dapat memperoleh prakiraan keuangan tersebut.
  • Unsur apa dari plan ini yang dapat saya gambarkan secara visual?
  • Coba gunakan gambar, grafik, atau ilustrasi dalam mendemonstrasikan produk anda atau bagaimana produk tersebut berbeda dari pesaing.
  • Apakah saya sebaiknya merekrut beberapa penasihat utama?
  • Setiap perusahaan baru sebaiknya memiliki dewan penasihat yang dapat melengkapi keahlian anda serta membantu anda dalam memformulasikan business plan anda.
  • Bagaimana saya akan menggunakan uang investor?
  • Jelaskan bagaimana anda mengelola uang mereka.
  • Apakah susunan kepegawaian (tim) saya sesuai dengan keadaan bisnis saya saat ini?
  • Anda sebaiknya mendeskripsikan plan untuk merekrut karyawan, termasuk perkiraan biayanya, dan anda harus menunjukkan bahwa anda menggunakan pendekatan konservatif terhadap dana anda dan tidak membuat over-staffing (kelebihan staff yang tidak perlu)
  • Apa rencana keluar (exit plan) dari bisnis tersebut?
  • Jelaskan bagaimana suatu saat bisnis tersebut akan berkembang. Misalnya bisnis tersebut akan go public atau akan diakuisisi.
  • Apa rencana keluar (exit plan) pribadi saya?
  • Sesuaikan business plan tersebut dengan rencana anda keluar dari peruahaan (pensiun)
    Sumber            : http://www.manajemenperusahaan.com/panduan-membuat-bisnis-plan/

    Komponen-komponen Komunikasi





    a.             Lingkungan komunikasi

    lingkungan (konteks) komunikasi setidak-tidaknya memiliki tiga dimensi:
    Fisik, adalah ruang dimana komunikasi berlangsung yang nyata atau berwujud. Sosial-psikoilogis, meliputi, misalnya tata hubungan status di antara mereka yang terlibat, peran yang dijalankan orang, serta aturan budaya masyarakat di mana mereka berkomunikasi.
    Lingkungan atau konteks ini juga mencakup rasa persahabatan atau permusuhan, formalitas atau informalitas, serius atau senda gurau, Temporal (waktu), mencakup waktu dalam hitungan jam, hari, atau sejarah dimana komunikasi berlangsung. Ketiga dimensi lingkungan ini saling berinteraksi; masing-masing mempengaruhi dan dipengaruhi oleh yang lain.
    Sebagai contoh, terlambat memenuhi janji dengan seseorang (dimensi temporal), dapat mengakibatkan berubahnya suasana persahabatan-permusuhan (dimensi sosial-psikologis), yang kemudian dapat menyebabkan perubahan kedekatan fisik dan pemilihan rumah makan untuk makan malam (dimensi fisik). Perubahan-perubahan tersebut dapat menimbulkan banyak perubahan lain. Proses komunikasi tidak pernah statis.

    b.             Sumber-Penerima

    Kita menggunakan istilah sumber-penerima sebagai satu kesatuan yang tak terpisahkan untuk menegaskan bahwa setiap orang yang terlibat dalam komunikasi adalah sumber (atau pembicara) sekaligus penerima (atau pendengar). Anda mengirimkan pesan ketika anda berbicara, menulis, atau memberikan isyarat tubuh. Anda menerima pesan dengan mendengarkan, membaca, membaui, dan sebagainya.
    Tetapi, ketika anda mengirimkan pesan, anda juga menerima pesan. Anda menerima pesan anda sendiri (anda mendengar diri sendiri, merasakan gerakan anda sendiri, dan melihat banyak isyarat tubuh anda sendiri) dan anda menerima pesan dari orang lain (secara visual, melalui pendengaran, atau bahkan melalui rabaan dan penciuman). Ketika anda berbicara dengan orang lain, anda memandangnya untuk mendapatkan tanggapan (untuk mendapatkan dukungan, pengertian, simpati, persetujuan, dan sebagainya). Ketika anda menyerap isyarat-isyarat non-verbal ini, anda menjalankan fungsi penerima.

    c.              Enkoding-Dekoding

    Dalam ilmu komunikasi kita menamai tindakan menghasilkan pesan (misalnya, berbicara atau menulis) sebagai enkoding (encoding). Dengan menuangkan gagasan-gagasan kita ke dalam gelombang suara atau ke atas selembar kertas, kita menjelmakan gagasan-gagasan tadi ke dalam kode tertentu. Jadi, kita melakukan enkoding.

    Kita menamai tindakan menerima pesan (misalnya, mendengarkan atau membaca) sebagai dekoding (decoding). Dengan menerjemahkan gelombang suara atau kata-kata di atas kertas menjadi gagasan, anda menguraikan kode tadi. Jadi, anda melakukan dekoding. Oleh karenanya kita menamai pembicara atau penulis sebagai enkoder (encoder), dan pendengar atau pembaca sebagai dekoder (decoder).

    d.             Kompetensi Komunikasi

    Kompetensi komunikasi mengacu pada kemampuan anda untuk berkomunikasi secara efektif (Spitzberg dan Cupach, 1989). Kompetensi ini mencakup hal-hal seperti pengetahuan tentang peran lingkungan (konteks) dalam mempengaruhi kandungan (content) dan bentuk pesan komunikasi (misalnya, pengetahuan bahwa suatu topik mungkin layak dikomunikasikan kepada pendengar tertentu di lingkungan tertentu, tetapi mungkin tidak layak bagi pendengar dan lingkungan yang lain). Pengetabuan tentang tatacara perilaku nonverbal (misalnya kepatutan sentuhan, suara yang keras, serta kedekatan fisik) juga merupakan bagian dari kompetensi komunikasi.

    e.             Pesan

    Pesan komunikasi dapat mempunyai banyak bentuk. Kita mengirimkan dan menerima pesan ini melalui salah satu atau kombinasi tertentu dari panca indra kita. Walaupun biasanya kita menganggap pesan selalu dalam bentuk verbal (lisan atau tertulis), ini bukanlah satu-satunya jenis pesan. Kita juga berkomunikasi secara nonverbal (tanpa kata). Sebagai contoh, busana yang kita kenakan, seperti juga cara kita berjalan, berjabatan tangan, menggelengkan kepala, menyisir rambut, duduk, dan. tersenyum. Pendeknya, segala hal yang kita ungkapkan dalam melakukan komunikasi.
    f.        Saluran
    Saluran komunikasi adalah media yang dilalui pesan. Jarang sekali komunikasi berlangsung melalui hanya satu saluran, kita menggunakan dua, tiga, atau empat saluran yang berbeda secara simultan. Sebagai contoh, dalam interaksi tatap muka kita berbicara dan mendengarkan (saluran suara), tetapi kita juga memberikan isyarat tubuh dan menerima isyarat ini secara visual (saluran visual). Kita juga memancarkan dan mencium bau-bauan (saluran olfaktori). Seringkali kita saling menyentuh, ini pun komunikasi (saluran taktil).
    g.       Umpan Balik
    Umpan balik adalah informasi yang dikirimkan balik ke sumbernya. Umpan balik dapat berasal dari anda sendiri atau dari orang lain. Dalam diagram universal komunikasi tanda panah dari satu sumber-penerima ke sumber-penerima yang lain dalam kedua arah adalah umpan balik. Bila anda menyampaikan pesan misalnya, dengan cara berbicara kepada orang lain anda juga mendengar diri anda sendiri
    h.      Gangguan
    Gangguan (noise) adalah gangguan dalam komunikasi yang mendistorsi pesan. Gangguan menghalangi penerima dalam menerima pesan dan sumber dalam mengirimkan pesan. Gangguan dikatakan ada dalam suatu sistem komunikasi bila ini membuat pesan yang disampaikan berbeda dengan pesan yang diterima.
    Gangguan ini dapat berupa gangguan fisik (ada orang lain berbicara), psikologis (pemikiran yang sudah ada di kepala kita), atau semantik (salah mengartikan makna). Tabel dibawah menyajikan ketiga macam gangguan ini secara lebih rinci.
    Gangguan dalam komunikasi tidak terhindarkan. Semua komunikasi mengandung gangguan, dan walaupun kita tidak dapat meniadakannya samasekali, kita dapat mengurangi gangguan dan dampaknya. Menggunakan bahasa yang lebih akurat, mempelajari keterampilan mengirim dan menerima pesan nonverbal, serta meningkatkan keterampilan mendengarkan dan menerima serta mengirimkan umpan balik adalah beberapa cara untuk menanggulangi gangguan.
    i.        Efek Komunikasi
    Komunikasi selalu mempunyai efek atau dampak atas satu atau lebih orang yang terlibat dalam tindak komunikasi. Pada setiap tindak komunikasi selalu ada konsekuensi. Sebagai contoh, anda mungkin memperoleh pengetahuan atau belajar bagaimana menganalisis, melakukan sintesis, atau mengevaluasi sesuatu; ini adalah efek atau dampak intelektual atau kognitif. Kedua, anda mungkin memperoleh sikap baru atau mengubah sikap, keyakinan, emosi, dan perasaan anda; ini adalah dampak afektif. Ketiga, anda mungkin memperoleh cara-cara atau gerakan baru seperti cara melemparkan bola atau melukis, selain juga perilaku verbal dan noverbal yang patut; ini adalah dampak atau efek psikomotorik.
    j.        Etik dan Kebebasan Memilih
    Karena komunikasi mempunyai dampak, maka ada masalah etik di sini. Karena komunikasi mengandung konsekuensi, maka ada aspek benar-salah dalam setiap tindak komunikasi. Tidak seperti prinsip-prinsip komunikasi yang efektif, prinsip-prinsip komunikasi yang etis sulit dirumuskan.

    Sumber                                : http://vitanu.blogspot.com/2013/06/peranan-komunikasi-dalam-dunia-bisnis_13.html